Menyaksikan Militansi Para Guru Bahasa Inggris di MAVEC 2026

Selain memiliki passion yang besar dalam mengajar bahasa Ingris, ternyata para guru punya militansi yang tak kalah besarnya untuk mendorong para siswa mereka berprestasi. Tidak hanya mengajar, mereka juga sangat serius mengadakan kompetisi bergengsi. Itulah yang saya saksikan hari ini di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen hari ini. Saking excitednya, saya yang tidak eligible ikut lomba pun jadi ikut bergairah.

Hari Minggu ini tidak ada hiking atau ngopi dengan teman-teman. Saya bersama beberapa kawan dosen Universitas Ma Chung, Pak Daniel dan Pak Ounu, dan dua kawan dari Bagian Pemasaran mengikuti kegiatan yang diadakan oleh organisasi guru bahasa Inggris yang dikenal dengan sebutan MGMP (Musyawaran Guru Mata Pelajaran) Bahasa Inggris se-kabupaten Malang. Saya dan kawan-kawan dosen kebagian tugas dari juri.

Beberapa juri dari Universitas Ma Chung dan Universitas Kanjuruhan Malang (Pak Teguh, Pak Daniel, Pak Ounu, dan Abangnya Tom Hardy)

Ajang kompetisi yang kami ikuti ini bertajuk MAVEC (Malang Vocational English Competition) 2026. Ini adalah kali kedua MAVEC diadakan oleh MGMP Bahasa Inggris SMK. Sebelumnya, ajang kompetisi ini diadakan pertama kalinya pada tahun 2023, tepatnya pada tanggal 28 Oktober 2023. Ketika itu, lomba masih disebut “1st MGMP English Competition (MEC)” dan diadakan di SMK Diponegoro Tumpang.

Apakah terlihat lompatannya di sana? Tentu. Itulah salah satu yang akan kita bicarakan di postingan ini. Ajang kompetisi bahasa Inggris tingkat SMK ini semakin tegas. Sebagai salah satu orang yang terlibat sebagai juri, saya berkesempatan melihat beberapa hal lain yang membuat saya turut bangga bisa terlibat di acara kemarin ini.

Namanya MAVEC, Brandingnya Tegas

Acara kali ini punya nama lebih tegas: MAVEC 2026 atau Malang Vocational English Competition 2026. Yang lalu, namanya masih mengandung “MGMP” yang merupakan jargon khas pendidikan di Indonesia. Kali ini, istilah yang muncul adalah “Vocational English Competition”, yang menjadikannya lebih berpotensi dikenal secara global.

Kelihatan sekali bagaimana para panitianya sudah sangat sadar pentingnya branding untuk acara mereka. Para guru bahasa Inggris yang sehari-hari sibuk membuat kegiatan menyenangkan di kelas, memberi PR, dan ngoreksi ujian ini telah memberikan branding yang proper. Mereka tidak “hanya” mengadakan lomba. Lebih dari itu, mereka mengadakan ajang kompetisi yang namanya keren.

Daftar mata lomba MAVEC 2026

Tidak hanya keren namanya, tapi ada juga pesona lainnya: mata lombanya keren, sekaligus juga para sponsornya serius. Nah, sponsor itu adalah poin lainnya.

Para Guru Dapat Banyak Sponsor

Yang unik adalah, lomba ini didukung oleh cukup banyak sponsor. Ada beberapa lembaga yang turut mendukung kegiatan ini, mulai dari dealer Honda di kabupaten Malang, KEK Singhasari, Universitas PGRI Kanjuruhan, HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia), Universitas Ma Chung, Penerbit Erlangga dan beberapa lainnya. Saya sendiri tidak hadir pada ajang kompetisi pertama, di tahun 2023 lalu. Tapi, kalau kita lihat di salah satu video TikTok ini, sepertinya kok sponsornya tidak tampak:

Karena kebetulan kebagian menjadi juri untuk mata lomba Tourism Vlog, saya jadi tahu kontribusi salah satu sponsor itu. Sebuah dealer Honda di Kabupaten Malang secara khusus mensponsori Tourism Vlog. Saya dan rekan juri saya Pak Uun dari Unikama tersenyum-senyum sendiri melihat bumper sponsor di awal setiap video dan melihat decal dealer tersebut di setiap motor yang dipakai para vlogger wisata muda ini.

Satu hal yang membuat saya terbahak adalah ketika melihat salah satu vlogger mengendarai GL Max untuk menuju destinasi wisatanya. Kalau di video yang lain decal dealer itu menempel di motor-motor Honda baru, di video ini decal tersebut nempel di sebuah motor legendaris yang juga raja tanjakan itu. Unik rasanya melihat motor lama superpower ini masih pakai decal baru dari dealer. OOT, saya sempat 5 tahun pakai Honda Win, salah satu superpower legendaris.

Selain Honda, ada sponsor unik lainnya, yaitu HIPMI Kota Malang. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Kota Malang mendukung khususnya untuk lomba-lomba yang berhubungan dengan kewirausahaan, yaitu English Business Proposal dan Marketing Speech. Sebuah kebetulan yang unik, HIMPI Kota Malang diwakili oleh Thessarza, salah satu pengurusnya yang kebetulan adalah alumni Universitas Ma Chung (kebetulan yang lain adalah ketua HIMPI Kota Malang adalah juga lulusan alumni Universitas Ma Chung–banyak juga kebetulannya).

Sambil menunggu diumumkan para pemenang, saya sempat mendengar beberapa hadiah yang diberikan oleh para sponsor. Karena sponsor yang beragam mulai dari dealer, organisasi, penerbit, sampai perguruan tinggi, hadiah yang ditawarkan pun cukup beragam. Hadiahnya mulai dari uang tunai, potongan pembelian kendaraan, potongan uang gedung, hingga dukungan inkubasi usaha.

Tentu ini menunjukkan betapa telaten sekaligus gigihnya MGMP bahasa Inggris SMK di Kabupaten Malang ini dalam bekerja. Makanya, tidak heran juga kalau kita melihat tidak sedikit bintang bahasa muda yang tumpuh dari SMK-SMK di Kabupaten Malang ini.

Pak Hamdan, salah satu guru yang menjadi panitia inti menjelaskan pembagian ruang.

Talenta Muda SMK, Bisa!

Di bagian ini, semestinya saya mengomentari performa para mahasiswa yang mengikuti mata lomba yang saya nilai. Tapi perkenankan saya berbagi sedikit: saya senang sekali menjadi juri tourism vlog ini. Kenapa? Karena di Universitas Ma Chung saya kebagian tugas mendukung pengajaran untuk Guiding Technique, terutama di bagian penulisan materi untuk guiding atau interpreting (di mana salah satu bentuk tugasnya adalah mahasiswa membuat vlog).

Pada lomba Tourism Guiding yang saya nilai kemarin, ternyata para insan SMK ini bisa membuat saya terkejut. Di lomba ini, peserta harus memberikan presentasi singkat tentang konsep video dan kemudian menyajikan videonya. Memang pada kebanyakan presentasi, isinya “hanya” menyajikan secara langsung apa yang mereka tampilkan di videonya secara audio visual. Jadi, seringkali tidak ada hal berbeda yang disajikan dalam presentasi langsungnya. Namun, ada beberapa siswa yang bahasa Inggrisnya sangat jelas atau idiomatik dengan kosa kata keseharian anak muda tak ubahnya di obrolan YouTube itu. Selain itu, dalam membuat video, mereka pun ternyata sangat percaya diri membawakannya dalam bahasa Inggris di lokasi wisata.

Yang pertama, saya tidak ada kesempatan memastikan apa yang membuat beberapa anak itu berbicara bahasa Inggris dengan lancar dan natural. Bisa jadi mereka pernah tinggal di luar negeri bersama orang tua yang yang menempuh pendidikan lanjut. Bisa jadi juga dari kecil mereka dikursuskan bahasa Inggris yang sebagian pengajarnya native speaker. Kedua kemungkinan itu bisa jadi. Banyak orang Malang yang pernah tinggal di luar negeri bersama keluarga, dan ada kursus-kursus bahasa Inggris dengan native speaker di Malang. Atau bisa juga simply karena mereka hidup berdamai dengan YouTube sejak kecil.

Nah, soal keberanian ngomong bahasa Inggris di tempat wisata (atau tempat orang jualan kuliner lokal), ini benar-benar layak diacungi jempol. Mereka suka ngomong bahasa Inggris, suka membuat skrip berbahasa Inggris, dan berani memperagakannya di depan umum untuk tujuan membuat vlog wisata. Apa itu malu? Prestasi kok malu? Dan bisa dibilang, semua peserta melakukan ini. Di sinilah sebagai juri saya ikut bangga: mereka ini sudah sedemikian siap dan maunya mempromosikan pesona wisata di lokal mereka kepada dunia. Bahkan, ada satu dua peserta yang menyentuh istilah “ekowisata” dan “pariwisata berkelanjutan” atau “sustainable tourism” dalam video atau presentasi mereka. Itulah puncak kebanggaan bagi saya.

Yang terakhir ini benar-benar menjadi manifestasi motto yang bertahun-tahun ini sering saya dengar: “SMK, Bisa!”

SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen yang menjadi tuan rumah MAVEC 2026

Kawan saya Pak Ounu dan Pak Dan menyampaikan kesan positif tentang marketing speech dan news anchor yang mereka juri. Namun saya tidak sempat menggali lebih jauh lagi kesan mereka tentang itu. Hanya Pak Ounu yang sempat berkomentar seperti seorang pejabat senior: “Saya harap adik-adik SMK se Kabupaten Malang terus mengasah dan meningkatkan kemampuan komunikasi dalam Bahasa Inggris. Kemampuan tersebut akan meningkatkan daya saing dan kesempatan adik-adik dalam pasar tenaga kerja di masa depan. Semangat!” Kesannya mungkin terlalu serius. Tapi mungkin selayaknya harus ditanggani seserius itu.

Sementara itu, Pak Daniel yang menjadi juri Marketing Speech menyampaikan apresiasi yang besar atas usaha para peserta yang optimal. “Saya salut usaha adik2 untuk mempersiapkan diri. Salah satunya menghafal teks pidato di luar kepala,” begitu kata Pak Daniel. Yang tak kalah uniknya, “Saya kebanjiran ‘hadiah’ dari peserta karena mereka mempresentasikan produk, mulai dari kue sampai kopi,” imbuhnya. Akhirnya memang hadiah-hadiah itu jadi cemilan buat kawan-kawan dari Ma Chung lainnya yang juga ikut di kegiatan tersebut, Bu Hana dan Pak Bram.

Tampaknya, militansi para guru anggota MGMP Bahasa Inggris SMK sekabupaten Malang ini bersambut. Militansi para guru ketemu dengan passion (atau “renjana” dalam bahasa Melayu) para siswanya. Semoga kian tahun MAVEC semakin kian tangguh.

Di akhir acara kemarin, saya lihat beberapa siswa menyumbangkan lagu sambil menunggu para panitia merekap juara. Salah satu lagu yang dinyanyikan para siswa secara duet itu adalah “Mangu” dari Fourtwnty”. Namun, saya punya pilihan lain: lagunya Seringai berjudul “Selamanya” yang mengandung passion atau “renjana”. Guru-guru dan murid SMK Kabupaten Malang, saya ingin menyerukan: “semangatmu, gairahmu, renjana”

Mari kita dengarkan lagu ini

More From Author

Alumni Dirayakan di Gedung Heritage Kampus Unair

Hubungan saya dengan kampus Universitas Airlangga hanya dua: UMPTN (Ujian Masuk Perguruan Tingi Negeri–legacy version-nya…

Kampus B Universitas Airlangga: Mencari Gedung, Menemukan Bangku dan Taman

Beberapa waktu lalu anak saya bilang bahwa ada temannya yang kuliah di Universitas Airlangga dan…

Avatar Fire and Ash: Yang Baru ada di Mata dan Ruh

Film terbaru dari seri Avatar (yaitu Avatar: Fire and Ash) hadir di luar radar saya.…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *