Di postingan sebelumnya saya bercerita sedikit tentang masa-masa yang teringat samar, yaitu dari masa SD dan awal SMP, sebuah masa yang membentuk kecintaan mendengarkan musik sambil juga meninggalkan trauma kepada amplifier. Kali ini, kita akan melanjutkan kisahnya ke masa dengan musik warna-warni dan eksperimentasi berkat sound yang lebih menarik.
Memiliki Sound lebih Proper
Pada akhir masa-masa SMP, saya kembali tidur di rumah orang tua dan ganti adik saya yang tidur di rumah nenek. Ketika itu orang tua saya membelikan tape compo double deck Sunny. Bukan Sony atau Sanyo. Setelah Googling barusan, saya menemukan bahwa namanya adalah “Sunny Japan Technology” meskipun sebenarnya dia adalah produk Tiongkok, bukan Jepang.

Tape ini menandai masa musik berkualitas cukup bagus dengan sedikit catatan. Saya jadi tahu suara bass dan treble. Bass drum kerasa, tapi bass gitar tampaknya kurang. Dua speakernya bisa dilepas dan dipasangg dengan jarak agak jauh sehingga saya jadi kenal satu hal baru: STEREO! Ada suara di kanan yang tidak sepenuhnya sama dengan suara di kiri. Bass di sisi kanan dan treble di sisi kiri, atau mungkin sebaliknya (tentu lupa!).
Di masa ini pula saya menghafalkan lagu-lagu Iwa K di seluruh album Topeng (“bebas! lepas! kutinggalkan saja semua beban di hatiku!”) setelah pinjam kasetnya milik Nanang Fatkhurrozi (alm) selama satu dua minggu. Di sini saya mulai mengenal Kla Project dengan serius dan senang luar biasa ketika mendengar lagu Kla Project “Bahagia Tanpamu” dimainkan pada masa sahur di radio Giga FM Sidoarjo. Inilah masa ketika menikmati musik tidak ada asal terdengar suara dan mengenali penyanyinya, tetapi juga mulai mengapresiasi detail suara drum, suara piano, dan mulai mengenal bass. Di masa ini pula saya membeli album Kla Project V beli di kios kaset depan pasar.
Eksperimentasi Musik
Satu hal menarik dari memiliki tape compo ini adalah pertama kalinya saya tahu bahwa yang diputar di pemutar kiri bisa direkam di pemutar kanan. Kita bisa merekam suara dari microphone. Dan … yang lebih mindblowing lagi: kita juga bisa memasukkan suara dari kaset kiri ditambah suara microphone untuk direkam di pemutar kaset kanan. Nah! Ketika saya mulai mengenal house musik di radio, saya pun merekamnya dan kemudian memadukan dengan suara saya sendiri menyanyikan lagu rap dari Iwa K! Mindblowing! Mindblowing!
Tape ini juga menjadi saksi awal-awal saya belajar musik, baik gitar maupun keyboard. Baru ketika mulai belajar gitar, ngobrol sama kawan yang jadi drummer di sebuah band, saya baru mulai tahu ada suara yang tidak pernah saya perhatikan pada periode hidup sebelumnya: bahkan ketika saya sudah suka Indecent Obsession, Nirvana, dan Eagles. Di Sunny compo double deck ini juga saya mulai mengenali bunyi yang paling jarang saya ketahui: bass gitar.
Namun, karena kualitas bass di tape compo ini kurang, butuh waktu lama sampai akhirnya saya mengenali suara bass itu. Pada masa sebelumnya, ketika mendengarkan musik dari radio, bass bisa dibilang tidak ada. Tapi, berkat “literasi band-band-an” dari teman dan usaha yang keras, akhirnya saya mulai bisa mengenali suara gitar bass dan bunyi penting yang begitu ikhlasnya melebur ke dalam latar belakang: menjembatani antara ritme dan melodi.
Dan di sinilah kita menutup kisah perjalanan ini. Sunny Japan Technology double deck stereo karaoke… terima kasih buat petualangan yang kau bersamai! Kau menjadi saksi perjalanan menuju hifi: semua elemen kita kita kenali, mulai dari ritme hingga melodi, dari treble hingga bass.


