(Terjemahan) Pengendara karya Naomi Shihab Nye

Berikut ini adalah puisi dari Naomi Shihab Nye yang disertakan dalam proyek Poetry 180: A Poem a Day for American High Schools. Sekadar info, Poetry 180 adalah proyek yang digagas penyair Billy Collins saat dia menjadi Poet Laureate Amerika Serikat pada tahun 2002 silam. Tentang penyairnya sendiri, Naomi Shihab Nye, beliau adalah seorang penyair Arab-Amerika yang lahir dan besar di kota St. Louis, Missouri. Banyak puisi-puisinya menggarap tema imigran Arab di Amerika ataupun tentang tema orang Arab di perantauan yang kembali ke Timur Tengah mengunjungi sanak kerabatnya; tapi, sebagai orang yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Amerikat Serikat, tentu saja Nye punya lebih banyak lagi puisi yang “ngamerikani” atau mungkin universal (bagi orang Amerika), seperti misalnya tentang kehidupan dan kepindahannya dari satu bagian di Amerika ke bagian yang lain. Puisi yang disertakan dalam Poetry 180 ini, berjudul asli “The Rider,” adalah puisi yang termasuk dalam kelompok universal itu. Silakan menikmati upaya penerjemahan ini, dan kalau ingin merujuk ke puisi aslinya, silakan meluncur ke sini.

Pengendara

Seorang bocah berkata
bila dia meluncur bersepatu roda cukup kencang
kesepian tidak akan bisa mengejarnya,

alasan terbaik yg pernah kudengar
di balik usaha menjadi juara.

Malam ini, saat mengayuh sepeda sekuat tenaga
di sepanjang Jalan King William,
kubayangkan menerjemahkan alasannya untuk bersepeda.

Kemenangan! Meninggalkan kesepianmu
terengah-engah di ujung jalan di belakang sana
saat kau melayang bebas menerobos hamburan azalea
yang tiba-tiba muncul, dengan kelopak merah muda
yang tidak pernah merasa kesepian
betapapun pelan mereka jatuh.

Sekali lagi, kalau ingin merujuk ke puisi aslinya, silakan menunggangi komputer Anda dan meluncur ke sini.

Written By

More From Author

(Terjemahan Cerpen) Mereka Terbuat dari Daging karya Terry Bisson

“Mereka terbuat dari daging.” “Daging?” “Daging. Mereka terbuat dari daging.” “Daging?” “Tak diragukan lagi. Kami…

Thank You, Dua Satu! Let’s Go Loro Loro!

Beberapa menit lagi 2021 sudah usai dan saya perlu menuliskan satu catatan kecil biar seperti…

(Resensi) Puser Bumi oleh Mas Gampang Prawoto

Berikut resensi terakhir dalam seri tujuh hari resensi. Kali ini kita ngobrol soal buku puisi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *