Tak Pernah Dicium – Puisi Natalie Wee
Aku melihatmu, sobat sepi,mengendap-endap di resepsiseperti perampok kubur, mengirisbagian paling empuk dan berisidi tubuhmu sendiribagaikan daging di pasar Minggu. Berhentilah menghukum diri karenatak pernah dijamah.Terkadang tanganhanya kepalan.Terkadang senyumhanya belati.Terkadang lelaki hanyagelap yang ngejawantah. Kau hidup dua dasawarsahanya ditopangtulang punggung.Seperti cahaya yang tak peduliapakah bayangan mengikutikau tak harus didambauntuk…


