Categories
puisi terjemahan

(Terjemahan Puisi) Pengantar Puisi karya Billy Collins

Belasan tahun lalu, saya kenal Billy Collins lewat Mikael Johani. Selain memperkenalkan ke penulisnya, Mikael juga sempat menantang saya menerjemahkan 180 puisi karya penyair muda yang dikurasi dan diterbitkan Billy Collins di sebuah website. Dia mengumpulkan puisi-puisi itu waktu jadi “poet laureate” AS, semacam penyair resmi kenegaraan gitu deh. Berikut puisi pembuka untuk antologi itu, […]

Categories
puisi terjemahan

(Terjemahan Puisi) Islandia Dahsyat – Ara Shirinyan

Berikut ini satu puisi karya Ara Shirinyan yang menurut beberapa artikel jurnal dan postingan blog sangat lucu dan memiliki estetika humor. Nanti kalau ada informasi lebih lanjut, saya akan update posting ini. Kalau ingin tahu lebih banyak tentang Shirinyan atau tentang puisi-puisinya yang lucu dan agak satir ini, silakan gunakan mesin pencari. Jangan lupa sertakan […]

Categories
puisi terjemahan

(Terjemahan) Bila Kau Menyusuri Jalan – Mahmoud Darwish

Mahmoud Darwish adalah penyair Palestina yang hidupnya banyak dihabiskan di pengasingan, terutama di Lebanon dan Perancis. Tak terlepas dari pengalaman hidupnya yang tinggal di desa yang kemudian dikuasai dan diratakan oleh tentara Israel, puisi-puisi Darwish banyak berbicara tentang perlawanan terhadap apa yang menimpa orang-orang Palestina di tangan Israel. Gaya berpuisi ini akhirnya membuatnya dikenal sebagai […]

Categories
puisi sastra terjemahan

(Terjemahan) Persimpangan – Louise Glück

Sodara-sodara, demi ikut ramai-ramai kawan-kawan di grup-grup WA berbagi kabar tentang penerima anugerah Nobel Sastra tahun ini, saya persembahkan terjemahan ini. Terjemahan ini tentu saja versi pertama saya atas puisi “Crossroads” karya Louise Glück. Sekadar informasi, saya belum pernah kenal Louise Glück sebelumnya. Tapi, begitu membaca beberapa saja, saya merasakan ada berkas-berkas aura Emily Dickinson […]

Categories
puisi terjemahan

Tanah: Antara Puisi Suheir Hammad dan Teori Fiksi Ursula K. Le Guin

Sepertinya saya pernah menerjemahkan puisi ini, tapi entah di mana. Tapi, karena di blog ini saya belum pernah menampilkan terjemahan puisi ini, maka saya terjemahkan saja puisi ini di sini. Isi puisi ini cukup sederhana (seperti bisa Anda lihat sendiri), tapi implikasinya bisa sangat meluas. Tadi, waktu membacanya lagi, setelah beberapa waktu yang lalu membaca […]

Categories
puisi sastra serbasuka Spanyol Masa Islam terjemahan

(Terjemahan Puisi) Jangan Menoleh “Don’t Look Back” karya Solomon Ibn Gabirol + OASIS

Kangen nerjemah lagi dan di rak buku di kamar ada satu buku Selected Poems of Solomon Ibn Gabirol buah terjemahan Peter Cole dari bahasa Ibrani. Buku ini, seperti judulnya, berisi puisi-puisi pilihan karya penyair Andalusia yang hidup dalam kultur Arab dengan nama Arab Abu Ayyub Sulaiman Ibn Yahya Ibn Jabirul. Saya pakai buku ini (hadiah dari […]

Categories
puisi

Hari Santo di Savannah, 2015

duduk di kursi biru dan menunggu satu per satu penumpang flight terakhir ke konter budget, menyewa sedan paket hemat dan melesat ke Savannah untuk menyerahkan sisa perjalanan ke altar spring bed penginapan mungkin setelah memesan pizza diantar sepeda mungkin sambil menyimak dampak valentine mungkin sebelum sisa turbulensi mengusik aku tak menemukan vending machine dengan kopi […]

Categories
puisi random

Embun di Medini

berjalan pagi di makadam kebun teh tidak selalu seindah foto dari Nikonmu apalagi saat kau mulai makro pada kilau di ujung-ujung daun itu pada embun yang sungguhnya mencengkeram tapi kita mengharapnya menetes, menyerah pada gravitasi padahal selalu ada pilihan untuk menguap perlahan seiring mendakinya matahari.

Categories
minoritas di Amerika puisi

Larik-larik Ramadan

Coba lupakan takjil pizza dan root beer Arkansas. Susah.

Categories
puisi

mata bintang

dari sebuah pertemuan gagal dengan empu busur dan anak panah yang kelak mengenalkan pasangan usus beruang dan lokus kuning aspal hitam membimbingku menyelip ruang-ruang gelap beribu lekuk tepian ozark ratusan marka membelalak kepada induk rusa, dua cempenya yang bagai selendang menyeberang menyorotkan untukku mata bintang: tuhan, kenapa kita diseret waktu ditabrak dikoyak pertanyaan sia-sia yang terus membidik bahkan di sini?