Ishmael Berlabuh di Gili Poh

Di ujung perahu motor bercadik
saat buritan mencabik ombak
menuju gili terjauh
dengan suar
tua pintu
patah

Seperti Ishmael, aku tersiksa gatal, sangat
gatal menjangkau segala yang terpencil

Pastinya ombak, pastinya asin, angin
pastinya janji bintang laut yang berkilat
di antara rerumput laut melambai digegas
pastinya janji akan memperkenalkan
kepada anak segala yang agung

Oh! Tahulah

Maksudku Ishamel yang lain
yang diceritakan kepadaku
saat sendiri, terkuncil
di perut gudang
suatu puasa
tiga tahun
lepas

 

Written By

More From Author

(Terjemahan Cerpen) Mereka Terbuat dari Daging karya Terry Bisson

“Mereka terbuat dari daging.” “Daging?” “Daging. Mereka terbuat dari daging.” “Daging?” “Tak diragukan lagi. Kami…

Thank You, Dua Satu! Let’s Go Loro Loro!

Beberapa menit lagi 2021 sudah usai dan saya perlu menuliskan satu catatan kecil biar seperti…

(Resensi) Puser Bumi oleh Mas Gampang Prawoto

Berikut resensi terakhir dalam seri tujuh hari resensi. Kali ini kita ngobrol soal buku puisi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *