Categories
serbasuka

Mulai Bertualang ke Alam Ghibli (1-Awal)

Dalam beberapa saat ke depan, saya akan sempatkan waktu 15 menitan setiap kali untuk menulis tentang hal-hal menarik yang saya dapati selama menonton film-film animasi dari Studio Ghibli. Saya memang termasuk agak telat mengenal Studio Ghibli. Baru dua tahun yang lalu Gema, seorang mahasiswa Universitas Ma Chung, mendatangi saya dan meminta saya jadi pembimbing skripsinya tentang film animasi Howl’s Moving Castle. Setelah membaca pengantarnya, baru saya tahu bahwa film ini produksi Studio Ghibli. Sebagai orang yang sudah terlanjur jatuh cinta sama film-film dan estetika cerita film-film Pixar, film animasi 2D tradisional awalnya terasa kurang nendang. Tapi, lagi-lagi saya terbukti salah; keindahan itu bisa beragam bentuknya. Dan, Howl’s Moving Castle adalah pintu masuk yang ternyata bagus untuk mengenali keindahan film-film Studio Ghibli.

Gambar dipinjam dari www.timeout.com

Baru-baru ini, saya mendapat lagi kesempatan untuk menonton film-film lain dari Studio Ghibli. Saya mulai tentu saja dengan Spirited Away. Saya memilih film ini karena Amy, seorang mahasiswa saya di kelas Public Speaking, menggunakan gambar hantu dari Studio Ghibli untuk materi pidatonya. Setelah menonton film ini, saya mulai menyadari adanya satu hal unik dari film ini yang juga saya temukan di Howl’s Moving Castle, yaitu kebuasan imajinasi mengenai banjir berskala besar yang melanda dunia gaib yang dimasuki si tokoh utama. Imajinasi sebuas ini juga tampak pada Howl’s Moving Castle yang menggambarkan tentang peperangan dan seorang lelaki tukang sihir yang tinggal di istana bergerak itu.

Di situlah saya mulai merasakan ada yang istimewa dari Studio Ghibli. Sepertinya, mereka memiliki satu visi yang konsisten di antara film-film mereka. Pada saat itu, bagi saya visi yang konsisten itu adalah imajinasi yang bisa sangat liar dan tanpa batas. Tapi, tentu saja saya selalu kuatir kalau sudah mulai menarik kesimpulan seperti ini. Apalagi, oh apalagi, kesimpulan itu saya buat hanya berdasarkan dua film saja. Jangan-jangan saya meleset. Maka, okelah, saya tahan dulu kesimpulan itu. Saya akan terus menonton film-film studio Ghibli dan sebisa mungkin akan menarik satu simpulan yang kira-kira bisa menjawab pertanyaan kenapa film-film Studio Ghibli khas.

Pertanyaan di atas itu penting buat saya, terutama setelah saya tahu fakta bahwa Studio Ghibli adalah salah satu rumah produksi film yang paling dihormati baik oleh kritikus maupun penikmat film. Dan paling laris. Urusan kehormatan di dunia seni bisa jadi sangat menentukan nilai. Tapi, ini kita bicara tentang budaya populer, di mana kehormatan biasanya juga sangat dipengaruhi oleh kuantitas, sebanyak apa orang yang menyukainya. Kalau rekan-rekan sempat googling, Spirited Away adalah salah satu film animasi paling laris sepanjang masa. Jadi ya, memang layak pertanyaan semacam itu diajukan. Saya ingin menemukan kemungkinan jawaban tentang apa yang membuat Studio Ghibli sangat populer dan dinikmati banyak orang.

Maka, mari kita mulai petualangan ke dunia Studi Ghibli itu. Kita akan bicarakan dalam beberapa hari ke depan beberapa temuan tentang Studio Ghibli ini: apa saja cerita-ceritanya? Apa yang khas dari cerita-cerita itu? Apa motif-motif yang terus muncul? Apa kecenderungan-kecenderungan strukturalnya? Apa ideologi yang kira-kira mempengaruhinya? Dan sebagainya. Dan sebagainya. Mari bertualang!

One reply on “Mulai Bertualang ke Alam Ghibli (1-Awal)”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *