Categories serbasuka

Teori Sastra Peniti Sandal Jepit

Kembali ke Krembung, ada satu kisah pasca-Ramadhan atau Lebaran yang sekarang tidak boleh dilakukan di Krembung yang sedang ada PSBB. Kisah ini terjadi ketika saya SMP ini terjadi dalam momen “unjung-unjung” atau berkunjung silaturahmi ke seluruh kampung di sekitar tempat tinggal kami. Saya tidak tahu pasti apa tema…

Categories serbasuka

Motor, Kuliner, Tren

Ketika Ramadhan tahun 2010 itu saya pulang lagi ke Malang, saya tidak merasakan ada banyak perubahan pada kota fisik Malang. Semuanya tetap sama, ruko sudah cukup banyak sejak saya lulus kuliah. Tapi, saya sepertinya suka memandang hal-hal sebagai sesuatu yang eksotis, layak dinikmati setiap detiknya, terutama makanan. Ada…

Categories serbasuka

Melihat Hilal di Bawah Salib

Di malam idul fitri ini, saya jadi teringat satu pengalaman Ramadhan yang standar di Fayetteville, terutama di lingkungan Islamic Center of Northwest Arkansas. Pengalaman ini tidak jauh-jauh dari urusan melihat hilal dan menentukan lebaran. Tapi, lebih dari itu, di dalam pengalaman ini juga terjadi apa yang disebut ketakterpisahan…

Categories serbasuka

Kemerdekaan di Tengah Badai

Berpuasa di tengah badai seperti yang saya bahas di postingan sebelumnya adalah berpuasa dengan terus menerus membuat keputusan. Ada hari-hari ketika badai-badai itu berlalu begitu saja tanpa membuat saya tumbang. Seperti saya bilang, malah banyak yang jadi nostalgia indah. Tapi, ada saat-saat tertentu ketika badai itu memaksa saya…

Categories serbasuka

Badai yang Sempurna di Tengah Dahaga

Sebelumnya saya menyinggung tentang sesuatu yang mungkin membuat saya tidak lagi update dengan perkembangan album-album religi Gigi. Kemungkinan sebabnya adalah Ramadhan-ramadhan yang brutal antara tahun 2012 sampai tahun 2016. Selama 5 Ramadhan itu, saya bekerja selama musim panas. Pekerjaan tersebut membuat keluarga saya bisa hidup—karena pada bulan-bulan musim…

Categories serbasuka

Posisi Gigi dalam Ramadhan Indonesia

Meskipun mengingat-ingat Ramadhan masa kecil dengan penuh nostalgia, saya sama sekali tidak akan menganggap Ramadhan sebagai bulan yang eksotis. Eksotisme hanya milik hal-hal yang mati. Ramadhan adalah sebuah budaya yang sangat hidup dan sehat. Di setiap fase hidup, saya selalu menemukan hal baru pada saat Ramadhan. Dan anehnya…

Homo Deus: Dari Prestasi ke Regresi

Kita jeda lagi seri 31 Hari Menulis Nostalgia Ramadhan kita dengan satu resensi buku. Bukunya berjudul Homo Deus, salah satu buku yang naik daun beberapa tahun terakhir. Saya merasa wajib meluangkan waktu sejenak untuk mencatat buku yang saya baca pelan sekali sejak awal masa karantina ini. Sebelum baca…

Categories serbasuka

Bulan Penuh Rahmat (dan Bimbo)

“Ingatlah lima, sebelum lima” atau “Rasul menyuruh kita mencintai anak yatim” atau “Ada anak bertanya kepada bapaknya,” adalah potongan-potongan kalimat yang pasti akan membawa imaji Ramadhan dan orang-orang berwajah damai. Kita hidup di dalam dunia yang dipenuhi hura-hura. Setidaknya, kalau bukan dipenuhi hura-hura, dunia kita ini diwarnai oleh…

Categories serbasuka

Gara-gara #31HariMenulis

“Segala sesuatu yang dilakukan terus-menerus itu akan menjadikannya klise dan berpotensi kehilangan maknanya,” begitu kira-kira jawab Greg Graffin, frontman Bad Religion dan penggagas “A Punk Manifesto” itu, kalau ditanya tentang hal-hal yang mapan dan sudah menjadi ritual. Saya lumayan setuju dengan itu. Makanya, ketika Kang Wiro tadi pagi…