Resensi Creating Room to Read by John Wood
Resensi ini berkutat pada buku terbitan tahun 2013 karya John Wood yang mengisahkan perjuangannya demi literasi.
Resensi ini berkutat pada buku terbitan tahun 2013 karya John Wood yang mengisahkan perjuangannya demi literasi.
Merdeka Belajar Kampus Merdeka menawarkan berbagai hal yang keren sekaligus membuat pendidik agak kuatir. Namun, dia juga memberi ruang untuk menjelajahi wilayah-wilayah yang dari dulu ada tapi hanya dipandang sepintas lalu.
Agak dilematis juga sebenarnya posting tentang buku ini. Judulnya saja sudah berpotensi bikin resisten, khususnya buat mereka yang sehari² hidupnya di perguruan tinggi. Tapi buat mereka yang percaya proses berpikir yang dialektis dan dialogis, tentu pandangan yang antitesis terhadap apa² yang lazim kita temui ini adalah sebuah kesempatan…
Setelah menyelesaikan satu kegiatan di Tangerang, ada kesempatan buat jogging. Maka pagi itu warna-warni Tangerang City pun terlihat.
Saya mendapat lungsuran turntable beserta sejumlah piringan hitam vinyl dari kawan kantor. Selanjutnya, pengalaman tak terduga.
Di kota Bogor, saya sempat berlari pagi di sekeliling Kebun Raya. Di situ saya jadi tahu kekhasannya yang baru: kota ramah pelari.
Novel ini paduan cerita horor dan kriminal yang asyik. Kita mendapat kenikmatan genre sambil dapat gambaran wilayah yang sedikit digarap.
Motif literasi banyak muncul dalam film superhero. Setidaknya ini tanda bahwa bahkan literasi muncul dalam konteks karya hiburan Hollywood.
Batu Sandung karya Mbak Ratna Indraswari Ibrahim terdiri dari tiga cerita. Benang merah cerita-cerita ini adalah sikap anti-marginalisasi.
Postingan ini tentang detail jalur perjalanan hiking ke Budug Asu sebuah bukit di lereng gunung Arjuno via Kebun Teh Wonosari.
